Kategori: Berita

 

YANBU’A HIPNOTIS MAHASISWA HUKUM SYARIAH UNU PURWOKERTO

YANBU’A HIPNOTIS MAHASISWA HUKUM SYARIAH UNU PURWOKERTO

 

Yanbu’a adalah thariqoh atau metode ataupun cara membaca, menulis, dan menghafal al-Qur’an. Yanbu’a berasal dari Kudus di bawah naungan  pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an yang di pimpin oleh beliau KH. Ulin Nuha Arwani.  Tujuan adanya yanbu’a diantaranya ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa supaya bisa membaca al-Qur’an dengan lancar dan benar, menyebarluaskan ilmu khususnya ilmu al-Qur’an, memasyarakatkan al-Qur’an dengan rosm utsmaniy, untuk membetulkan yang salah dan menyempurnakan yang kurang, serta mengajak selalu mendarus atau membaca al-Qur’an dan musyafahah al-Qur’an sampai khatam. Kitab Yanbu’a terdiri dari tujuh jilid yang di susun oleh KH. Ulin Nuha Arwani, KH. M. Ulil Albab Arwani, dan KH. Manshur Maskan dkk. Jilid  satu sampai lima merupakan latian dasar yang harus oleh seorang baru mulai belajar mengenal huruf hijaiyyah sampai pada tahap cara membaca potongan-potongan ayat al-Qur’an atau lazimnya dikatakan tahap Iqra’ jilid satu sampai jilid 6. Jilid enam merupakan teknik yang harus dikuasai oleh seorang baru mulai membaca al-Qur’an dari juz satu sampai juz lima belas. Jilid tujuh merupakan teknik pendalaman membaca al-Qura’an dari jilid satu sampai jilid enam yang biasa diterapkan mulai juz 15 keatas sampai juz tiga puluh.

Teknik Yanbu’a sudah diajarkan diberbagai kota, diantaranya bulan sebelumnya sudah diikuti oleh Kabupaten Banyumas. Kemudian disusul oleh Kabupaten Purbalingga pada bulan berikutnya. Dari diklat ini peserta mendapatkan banyak pengalaman terkait cara membaca al-Qur’an yang lebih sempurna sehingga dapat ditularkan kepada muridnya. Diklat Yanbu’a banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat khususnya mereka para Guru Ngaji. Buktinya, setiap kali diadakan diklat ini jumlah pesertanya mencapai ratusan bahkan ribuan.

Pratama selaku ketua panitia diklat Yanbu’a wilayah Kabupaten Purbalingga yang juga merupakan mahasiswa Hukum Syariah Kelas Malam menyatakan bahwa ”jumlah peserta yang mengikuti diklat yanbu’a amatlah banyak mencapai ribuan. Hal tersebut membuat panitia kewalahan mengatasi banyaknya peserta melebihi target dari yang ditargetkan yaitu 400 peserta. Sehingga acara yang rencananya akan dilaksanakan di aula Uswatun Khasanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dialihkan ke Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga mengingat banyaknya peserta dan kapasitas daya tampung yang melebihi batas. Itupun kami harus menolak sekitar 300an peserta yang gagal ikut diklat dikarenakan kapasitas pendopo hanya muat 700 peserta.  Peserta yang tidak dapat mengikuti diklat bulan ini akan diikutkan diklat berikutnya. Tutur Pratama.

Selain ketua panitia, dari 700 peserta diklat terdapat beberapa mahasiswa Hukum Syariah UNU Purwokerto yang juga di dampingi oleh Koprodi Hukum Syariah UNU Purwokerto turut mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir. Beliau sangat mengapresiasi sekali antusias mahasiwa hukum syariah UNU Purwokerto yang mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir dengan seksama dan penuh semangat.  Beliau juga menuturkan “Alhamdulillah, mereka mempunyai semangat belajar yang luar biasa. Semangat belajar mereka terutama ilmu agama perlu diacungi jempol. Di mana pun ada kajian ilmu agama mereka selalu ada dan mengikutinya dengan seksama. Itu artinya mereka sudah menyadari bahwa belajar tidak hanya harus di kampus saja melainkan di mana pun tempat yang terdapat kajian ilmu mereka dapat belajar.  Ungkap Koprodi Hukum Syariah.

MAHASISWA HUKUM SYARIAH TURUT BERPARTISIPASI MENYUKSESKAN MUSABAQAH TILAWATIL AL-QUR’AN (MTQ)

MAHASISWA HUKUM SYARIAH TURUT BERPARTISIPASI MENYUKSESKAN MUSABAQAH TILAWATIL AL-QUR’AN (MTQ)

Musabaqah Tilawatil al-Qur’an atau biasa disingkat MTQ merupakan kegiatan lomba membaca al-Qur’an yang diselenggarakan tiap tahunnya. Tujuan diadakannya Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) adalah mengembangkan potensi yang dimiliki peserta Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ)  dalam mensyiarkan kecintaannya terhadap al-Qur’an. Kegiatan Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) umumnya diadakan mulai tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga internasional. Tiga cabang dalam Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ)  yang sering dilombakan adalah cabang Tartil, Tilawah, Hifzhil al-Qur’an. Masing-masing cabang tersebut biasanya diikuti oleh perwakilan putra-putri tingkat pelajar mulai dari SD/MI, SLTP/MTs, SMA/SMK/MA dan umum.

Adanya surat edaran dari panitia Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten yang rencananya akan dilaksanakan di Minggu pertama bulan Agustus 2018 menjadikan seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga disibukkan dengan event besar tersebut. Minggu-minggu akhir bulan Juli 2018 dipilih sebagai waktu yang tepat untuk mempersiapkan segala sesuatunya guna menghadapi event besar tersebut. Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan merupakan tindak lanjut dari surat edaran yang dikirimkan oleh panitia Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten. Peserta yang menjadi tiga besar masing-masing cabang di tingkat Kecamatan nantinya akan mendapatkan pembinaan sebagai tindak lanjut dan bekal untuk mengikuti kompetisi Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten.

Event tersebut tak luput dari perhatian dan partisipasi sebagian mahasiswa Hukum Syariah yang kebetulan di masyarakat berkecimpung di bidang keagamaan. Mahasiswa Hukum Syariah yang tersebar di Kecamatan Karangreja, Karangmoncol, Kertanegara, Kaligondang, Rembang, Mrebet Kabupaten Purbalingga menjadi incaran pihak Kecamatan mereka tinggal untuk turut berpartisipasi mensosialisasikan dan menyukseskan kegiatan tersebut. Bentuk partisipasi mereka diantaranya turut menyebarluaskan informasi pendaftaran dan pelaksanaan, menjadi dewan hakim atau juri, menjadi panitera atau sekretaris dewan hakim, sie. Acara, sie. Dokumentasi, sie. Lomba, pendamping, pembina peserta, dan lain sebagainya. Berkat partisipasi mahasiswa Hukum Syariah, antusias masyarakat terhadap kegiatan tersebut meningkat drastis. Buktinya, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, suksesnya pelaksanaan Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) juga meningkatkan trust masyarakat terutama pendamping peserta Musabaqah Tilawatil al-Qur’an  (MTQ) bahwa tahun depan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) bakal lebih sukses lagi dengan jumlah peserta lebih banyak lagi dari tahun ini.  (F3).

MAHASISWA HUKUM SYARIAH PRAKTEK TAKHRIJ HADIST DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM  DUKUH  WALUH  PURWOKERTO

MAHASISWA HUKUM SYARIAH PRAKTEK TAKHRIJ HADIST DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM  DUKUH  WALUH  PURWOKERTO

Takhrij hadist adalah mengembalikan atau menelusuri kembali ke asalnya hadis-hadis yang terdapat di dalam berbagai kitab yang tidak memakai sanad kepada kitab-kitab musnad, baik disertai dengan pembicaraan tentang status hadis-hadis tersebut baik dari segi sahih atau dhaif, ditolak atau diterima, dan penjelasan tentang kemungkinan illat yang ada padanya, atau hanya sekedar mengembalikannya kepada kitab-kitab asal atau sumbernya. Dari ilmu takhrij hadis bagian dari ulumul hadis, kita dapat menelusuri rawi, sanad, bahkan keshahihan dari hadist secara pasti. Sehingga kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan akan persoalan agama yang di perselisihkan dalillnya tanpa bergantung pada “mbah google”. Belajar dan menguasai takhrij hadist tidak hanya di peruntukkan untuk kalangan ulama saja. Para akademisi, praktisi bahkan dari kalangan umum pun di perbolehkan untuk belajar dan menguasai ilmu tersebut.

Menguasai takhrij hadis bagi mahasiswa UNU Purwokerto adalah suatu keharusan yang menjadikan mahasiswa Hukum Syariah baik kelas pagi maupun kelas malam lulus mata kuliah ulumul hadist yang merupakan mata kuliah wajib prodi yang ada di Prodi Hukum Syariah. Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk menguasai ilmu tersebut karena lulusan prodi Hukum Syariah akan menjadi panutan di masyarakat. Sehingga mau tidak mau mereka akan dihadapkan dengan permasalahan agama yang ada di masyarakat yang bersifat dinamis dan diperlukan dalil terutama hadist-hadist yang teruji kebenarannya, baik sumbernya, rawi, sanadnya, lafadnya, bahkan cara bacanya.

Praktek takhrij hadist Prodi Hukum Syariah dilaksanakan pada dua pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan Ujian Akhir  Semester (UAS) semester Dua bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Dukuh Waluh Purwokerto. Praktek Takhrij Hadist diikuti oleh seluruh mahasiswa Hukum Syariah kelas pagi maupun kelas malam berjumlah 60 mahasiswa yang dibimbing langsung oleh beliau Imam Labib H, Lc., M.S.I. dosen pengampu mata kuliah Ulumul Hadist.

Menurutnya, “praktek Takhrij Hadist dengan waktu yang cukup singkat ini lebih ditekankan pada penguasaan men-takhrij hadist menggunakan aplikasi yang dapat di instal di laptop masing-masing mahasiwa tinimbang praktek hadist Takhrij Hadist secara manual menggunakan kitab. Alasannya, takhrij hadist menggunakan aplikasi lebih memudahkan mahasiswa praktek selepas selesainya praktek yang dilaksanakan di Pondok pesantren, karena mahasiswa tidak mempunyai kitab-kitab yang digunakan untuk men-takhrij hadist. Meskipun demikian, bukan berarti praktek Takhrij Hadis secara manual menggunakan kitab tidak dia ajarkan. Praktek Takhrij Hadist secara manual tetap diajarkan supaya mahasiswa dapat mengenal dan men-takhrij hadist secara manual tidak bergantung pada aplikasi,” Ujar beliau. (F3).

KULIAH JALAN, USAHA JALAN INSYA ALLAH BERKAH

KULIAH JALAN, USAHA JALAN INSYA ALLAH BERKAH

Kuliah dan usaha adalah dua hal yang susah itu dilakukan dalam sekali waktu bagi sebagian orang. Asumsi mereka bahwa kuliah sambil menjalankan usaha dapat mengurangi fokus dan memperlambat seorang mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya. Mahasiswa yang menjalankan usaha cenderung mengesampingkan kuliahnya. Mindsheet mereka bukan lagi kuliah melainkan uang. Mereka beranggapan bahwa sukses itu bukan hanya dari kuliah dengan IP yang tinggi melainkan sukses usaha yang sedang dijalankannya.

Opini tersebut ditepis oleh dua mahasiswa prodi Hukum Syari’ah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto yaitu Joharulloh dan Wiwit Aryanti. Joharulloh dan Wiwit Aryanti menjalankan tiga peran sekaligus dalam sekali waktu yaitu sebagai mahasiswa, pekerja (penyuluh), dan pengusaha. Selain itu kedua orang ini juga aktif di organisasi kemasyarakatan di sekitar tempat tinggalnya. Joharulloh aktif di LP Ma’arif MCNU Kecamatan Wangon dan BADKO TPQ Kab. Banyumas dan organisasi keagamaan lainnya. Begitu juga dengan Wiwit yang aktif di organisasi kemasyarakatan relawan gubug pintar, Badan Penggerak Pemuda Daerah (BPPD) Purbalingga, Purbalingga bergerak, dan relawan MRI Act Purbalingga, serta organisasi keagamaan Fatayat ranting Plana Wlahar Rembang. Nyatanya mereka bisa menjalankan ketiga aktifitasnya dan sukses dalam kuliahnya. IP Comloude berhasil mereka berdua sabet di tengah padatnya rutinitas yang mereka lakoni setiap harinya. Joharulloh dengan IP 3,83 dan Wiwit dengan IP 3,91.

Menjadi seorang mahasiswa bagi Joharulloh adalah bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. Dulunya tidak ada bayangan sama sekali untuk bisa menjadi mahasiswa. Faktor biaya yang mahal menjadikan pupusnya keinginan saya untuk kuliah. Kecintaan saya pada dunia design cetak dan prospek yang menjanjikan baik dari segi keuntungan dan waktu berjalankan bisnis ini melatarbelakangi saya membuka bisnis percetakan di tahun 2007. Tahun 2015 saya membuka bisnis rental mobil. Usaha ini bermula dari kecintaan saya akan traveling, hitung-hitung refreshing mendapatkan pendapatan tambahan juga . Ujar Joharulloh.

Dua usaha ini adalah harapan saya untuk bisa mewujudkan obsesi saya untuk kuliah.  Obsesi saya untuk kuliah yaitu “jaman now gitu lho” kalau hari gini masih ketinggalan pola pikir maka akan semakin terlindas. Untuk itu belajar ke jenjang yang lebih tinggi sangat dibutuhkan. Karena ilmu yang kita dapatkan semakin tertata dan selalu mendapatkan pengetahuan baru. Meskipun saya bukan ABG lagi, saya yakin menuntut ilmu tidak pernah akan tersekat oleh usia ataupun kasta. Tujuan pasti saya menuntut ilmu adalah supaya saya semakin berguna dalam kehidupan bermasyarakat dan InsyaAllah dapat menciptakan lapangan kerja yang semakin banyak. Alhamdulillah, Obsesi saya untuk kuliah terwujud di tahun 2017. Di tahun 2017 saya resmi menjadi mahasiswa di UNU Purwokerto. Walau awal masuk kuliah saya kewalahan membagi waktu antara kuliah dan menjalankan usaha. Seiring berjalannya waktu saya dapat menyesuaikan waktu untuk keduanya. Alhamdulillah berkah, kuliah jalan, usaha jalan. Ujar Joharulloh.

Hal yang sama pun dirasakan oleh Wiwit Aryanti. Seorang mahasiswi Hukum Syariah kelas malam berasal dari Rembang Purbalingga. Keinginan yang kuat menjadikan seorang Wiwit rela menempuh jarak puluhan kilo meter menuju kampus UNU Purwokerto untuk mewujudkan impiannya meraih gelar Sarjana. Harapannya, ilmu yang di dapat dari bangku perkuliahan dapat meningkatkan taraf kehidupannya. Namun, dia tidak hanya mengandalkan ijazah sarjana yang kelak ia dapatkan dari bangku perkuliahan.

Menurut saya, kuliah itu penting dan usaha juga penting. Bagi saya kuliah tanpa usaha adalah bagaikan sayur tanpa garam. Ijazah kuliah adalah sayur yang di masak melalui proses perkuliahan. Garamnya adalah usaha yang dijalankan oleh mahasiswa itu sendiri. Dari hasil usaha tersebut bisa menjadi jalan untuk menyelesaikan kuliah. Karena kuliah perlu biaya yang harus dikeluarkan. Seperti pepatah jawa yang menyatakan bahwa “jer basuki mawa bea”. Mahasiswa itu harus kreatif tidak hanya mengandalkan ijazah. Bukti nyatanya adalah banyak sarjana yang masih menganggur. Walaupun begitu tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap berjuang mempejuangkan kuliah saya. Saya yakin saya dapat sukses melalui usaha saya jalankan yaitu online shop rumah hijab wiwit. Bagi saya ijazah sarjana adalah pelengkap legalitas usaha saya untuk menarik minat konsumsi untuk belanja di tempat saya. Ujar Wiwit.

Usaha online shop, saya jalankan mulai tahun 2016 yang lalu. Bermula dari kebiasaan saya yang tidak bisa lepas dari smartphone dalam keseharian saya. Selain itu, usaha online shop juga mudah dijalankan dan tidak menyita banyak waktu tapi untung lumayan menjanjikan. Pada hari-hari biasa keuntungan didapat kisaran 10-15% dari modal perbulannya. Pada bulan ramadhan keuntungan meningkat antara 20-15% dari modal perbulannya. Keuntungan ymenggiurkan, kemudahan menjalankan usaha hanya bermodal kuota dan ketekunan saja yang menjadikan saya bertahan menjalankan usaha ini. Harapannya, melalui usaha ini saya bisa menyelesaikan kuliah saya. Alhamdulillah, kuliah jalan, usaha jalan, kegiatan sosial pun jalan. Karena usaha ini tidak banyak menyita waktu.